Innalillahi wa Innailahi Rojiun,
cuma kalimat itu yang bisa gue ucapkan
berulang kali dari tadi siang, sejak ada kabar pesawat Hercules yang jatuh di
Medan.
Gue bukan ahli pesawat atau apapun yang
berhubungan dengan penerbangan, gue enggak paham sama diskusi-diskusi atau
argumen-argumen yang sliweran di berita sejak tadi,
Tapi sebagai anak tentara AU, gue tahu satu
hal, gue tahu tentang empati, ada kesedihan yang enggak pernah bisa gue
ungkapin dengan kata-kata setiap ada kejadian seperti ini,