"At some point
I've gotten scared of people's eyes
I'm sick of crying so I tried smiling
But no one recognizes me"

Loser - Big Bang

Saturday, February 11, 2017

Pilkada, #Muslimvotemuslim dan Perbedaan

Sejujurnya, saya bukan orang yang suka mengumbar mengenai pandangan politik saya ke mata publik, selain karena saya belum cukup ilmu untuk melakukannya, saya juga merasa orang-orang di negara Demokrasi ((katanya)) ini belum cukup siap menerima perbedaan..

Tapi beberapa hari lalu, adanya #MuslimvoteMuslim, menggugah saya untuk membuat tulisan ini, sekedar ingin berbagi mengenai apa yang saya pikir mengenai adanya gerakan ini.

Munculnya gerakan ini, saya rasa, singkat cerita pun tak perlu saya jabarkan, karena rasa-rasanya setiap hari kita benar-benar disuapi mengenai masalah ini hampir setiap saat dari sudut media manapun.

Saya sendiri merasa biasa-biasa saja, merasa senang-senang saja mengetahui saudara-saudara muslim saya punya iman yang cukup besar untuk menjalani hari-harinya sesuai dengan perintah agama kami. Sampai kemudian, di siang itu, di sela kerjaan kantor yang menumpuk, saat saya sedang ingin merilekskan pikiran sambil membuka Twitter, datanglah sebuat retweet-an di timeline saya dengan #Muslimvotemuslim yang kira-kira bunyinya :

“Jika pemimpin yang dipilih ternyata tidak amanah, itu bukan kesalahan kami. Tapi tanggung jawab dia dengan Allah.”

Sumpah. Tulisan itu membuat saya membeku beberapa detik, berusaha mencerna dengan pikiran sedingin mungkin. Tapi ya, saya juga cuma manusia biasa yang punya emosi, dan sungguh, saya tidak habis pikir, apakah benar harus sebegitunya ?

Karena bahkan dalam keluarga pun, dimana seorang Ayah adalah pemimpinnya, jika ((jangan sampai)) seorang Ayah tersebut tidak amanah dalam menjalankan tugasnya, menyakiti istri dan anak-anaknya, membuat keluarganya tidak sejahtera dan tidak hidup layak, apakah kemudian istri dan anak-anaknya itu harus tetap diam ? Harus tetap menjadikan Ayah tersebut seorang pemimpin ? 

Ayah tersebut akan mempertanggung-jawabkan kelakuannya di dunia di hadapan Allah SWT, iya. Mungkin siksa api neraka yang akan di berikan padanya akan sangat diluar pikiran kita, iya.

Tapi seandainya itu terjadi pada saya ((yang Alhamdulillah-nya tidak)), saya tidak akan tinggal diam. 

Saya percaya, kenikmatan terbesar dalam hidup yang bisa dimiliki seorang manusia adalah pilihan, dan untuk hidup saya, saya akan selalu berusaha memilih yang terbaik diantara yang paling baik.

Bukan cuma untuk saya, tapi tentunya juga untuk orang-orang disekitar saya.

.
.
.

Tulisan ini mungkin akan membuat saya kehilangan segelintir teman dalam hidup saya, perbedaan pandangan itu wajar, baik kalau diatas segala perbedaan ini kita masih bisa saling bersama-sama, tapi kalau tidak, ya saya juga tidak mau memaksa..

Saya sendiri bukan orang benar, masih banyak perintah agama yang belum saya lakukan dengan sebaik-baiknya, tapi saya selalu percaya kepada iman yang saya miliki, dan waktu membuktikan, bahwa iman saya tidak sedangkal itu, bahwa saya tidak perlu takut atau mempertanyakan ke-imanan saya, kemanapun kaki saya melangkah..

Nyaris tujuh belas tahun lalu, saya bersekolah di Kanisius, mendapatkan ilmu yang cukup dan baik, dibekali kemampuan-kemampuan dasar. Toh saya tidak pernah merengek atau merasa ditinggal saat teman-teman saya kemudian akan berdoa di Kapel sekolah dan saya tidak, karena saya tahu, setiap sore, saya akan mengaji di TPA dekat rumah.

Selama empat tahun, saya menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta Katolik untuk mendapatkan gelar S1 saya. Saya tetap berpuasa di bulan Ramadhan tanpa merasa terganggu ((meski Kantin tetap buka sepanjang waktu)) , ada tempat khusus yang disediakan untuk Shalat, saya mempunyai kesempatan untuk mengikuti kelas dari seorang mantan Frater (Calon Pastur) dan kami saling berdiskusi tanpa menjatuhkan agama apapun. Oh, dan di hari ketiga saya di Ospek di kampus tersebut, kampus saya mengundang seorang ustadz untuk mengisi ceramah, mengenai indahnya perbedaan.

Saat ini saya berkerja di perusahaan swasta dengan latar belakang Suku bangsa, Agama, Ras dan Antar golongan yang berbeda. Kami tidak mendiskriminasi satu sama lain. Kami saling merayakan hari-hari besar keagamaan satu sama lain, menghormati, dan mendoakan yang terbaik.

Jadi ya, meski saya tahu iman saya belum sempurna, tapi setidaknya saya juga tahu, iman saya tidak dangkal, dan dapat berubah karena apa yang ada di sekililing saya, atau apa yang menjadi pilihan saya.

.
.
.

Sesungguhnya saya termasuk bagian orang yang lelah dengan segala pemberitaan di media akhir-akhir ini, dan ingin Pilkada ini cepat selesai, dengan hasil yang semoga saja dapat diterima oleh berbagai pihak.

Ini negara demokrasi, silahkan pilih siapa yang menjadi pilihanmu, yang ingin #Muslimvotemuslim silahkan, yang tidak juga tidak apa-apa, karena toh, dasar negara kita yang kelima kan bunyinya, Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Artinya, siapapun kamu, selama kamu orang Indonesia, kamu punya hak yang sama, entah itu masuk penjara karena salah, atau jadi presiden karena di percaya oleh rakyatmu.

Semua bisa. Tidak perlu takut.

Oh, dan sila pertama kita juga jangan dilupakan, Ketuhanan yang Maha Esa.

Jadi tidak ada kafir di Ibu Pertiwi ini, semua wajib memiliki agama dan dilindungi oleh UU dalam menjalankan ibadah agamanya.

.
.
.

Siapapun, dan bagaimanapun. Saya cuma berharap, yang akan memimpin Ibukota ini, Kota saya tercinta ini, adalah orang yang mampu bertanggung jawab dengan aksi-aksinya, yang mampu membawa perubahan.

Karena sekalipun di hari akhir nanti beliau akan mempertanggung-jawabkannya di hadapan Allah SWT, saya tetap ingin orang yang berani bertanggung-jawab dihadapan rakyatnya, orang-orang yang memilihnya.

Kota ini butuh aksi, bukan janji, apalagi teori.

Terimakasih.


Jakarta, 11 Februari 2017.

Saturday, August 27, 2016

..I'm not Adult Enough to be Called Adult..


Hello..it's me..

Do you sing that line above ? 'Cause I did......

Well it's been months since I writting or blogging, jadi gue sama sekali enggak tahu harus memulai darimana untuk mengutarakan apa yang ada di pikiran gue beberapa minggu terakhir ini,

Thursday, April 28, 2016

The Return of Superman : Ayahku



Yah,

aku lagi nonton The Return of Superman nih, terus tiba-tiba inget kalau besok hari ulang tahunnya Ayah, terus jadi baper lihat those little peas were having so much fun with their daddies, terus jadi pengen ngeblog tentang Ayah,

Wednesday, March 2, 2016

Be a Smart Fangirl

Beberapa malam lalu tiba-tiba aja timeline gue rame sama tweetwar antara kpopers dan seorang stand-up comedy, dan berhubung gue orangnya kepoan, jadilah gue klik hastagnya (yang menurut gue berlebihan) dan baca satu per satu tweet-nya. Ada yang menyikapi dewasa, ada yang sedikit ngelawak, ada yang super nge-troll dan tentunya ada (banyak) yang melewati batas. Berhubung gue sendiri bukan orang tanpa dosa, jadi gue enggak mau mengomentari itu, yang jelas baca  tweet(s) tersebut mengingatkan gue tentang my own fangirling moments, haha.

Jauh sebelum tergila-gila sama para oppa yang beranjak ahjussi (re : Super Junior) itu, gue lebih dulu terjerumus sama yang namanya KDrama. Gue adalah salah satu orang yang pernah berkhayal bakal di piggy-back sama pacar gara-gara I’m Sorry I love You, yang nyanyi three-bears sambil goyang-goyang pantat gara-gara Full House, yang pengen handphone samsung yang case-nya warna-warni gara-gara BBF, yang rela desek-desekan di kopaja pulang les dan turun angkot lari-lari ke rumah demi nonton episode terakhirnya Jang Geum.

Tuesday, December 29, 2015

Healing Journey in Seoul



Someone once said this “Being on a holiday is where you will meet your true self..” - unknown

*
*

Beberapa minggu lalu, akhirnya salah satu thing di bucket lists gue tercentang, liburan di Korea! Dan berhubung gue rasa udah banyak blog atau tulisan yang ngebahas tentang Korea, jadi bukan itu yang mau gue share disini. 

Tema liburan gue ke Korea, adalah my healing and me time! Jadi, sebelum berangkatpun, contrary to popular belief, gue udah bilang ke diri gue, kesana bukan untuk fangirling atau stalk oppa, melainkan untuk menikmati waktu-waktu berharga sama diri gue sendiri, enggak mau ngebebanin diri gue sama hal-hal yang cuma bakal bikin buang-buang waktu, karena percayalah, fangirling is never easy.

Wednesday, November 18, 2015

Dear....

....Choi Siwon who always make me smile like stupid person,

tomorrow you will start new chapter in your book of life, and I really wish and pray all the best for you, I believe you'll overcome all the hurdles and do your best, like what you usually do.

Sunday, October 25, 2015

On Train

Yang bergerak cepat adalah hidup
Melaju bagai roda-roda kereta
Membelah sunyi yang dinamakan malam
Sepi yang bahkan tak bernama
Mengejar tujuan.............
...........................akhir.
18 Oktober 2015
23:15
-Lodaya Malam- 

Apa yang dinamakan dengan "Kita" ?
Yang tertawa bersama ?
Yang menangis bersama ?
Atau,
Hanya sekedar yang duduk diam namun saling mengisi hening ?
18 Oktober 2015
23:20
-Lodaya Malam-


Yang selalu aku pertanyakan adalah waktu
Ia berjalan terlalu cepat
Terlalu terburu-buru. Menakutkan.
Tidak bisakah ia diam sejenak ?
Menungguku sebentar saja
Biarkan aku bernafas satu tarikan 
Aku tertinggal disini
Terlewati dan nyaris terlupa
Menengoklah ke belakang satu kali
Sapa aku 
Sepi ini tak berujung
Dan waktu semakin jauh
Dan aku semakin hilang
18 Oktober 2015
23:27
-Lodaya Malam- 

Hujan lagi-lagi tak datang hari ini
Mendung-mendung hanya menyapa lantas berlalu
Hei Mentari,
aku rindu menari pada rinai-rinai itu
22 Oktober 2015
22:33
-Gajahwong-