"At some point
I've gotten scared of people's eyes
I'm sick of crying so I tried smiling
But no one recognizes me"

Loser - Big Bang

Thursday, April 28, 2016

The Return of Superman : Ayahku



Yah,

aku lagi nonton The Return of Superman nih, terus tiba-tiba inget kalau besok hari ulang tahunnya Ayah, terus jadi baper lihat those little peas were having so much fun with their daddies, terus jadi pengen ngeblog tentang Ayah,


tentang Ayahnya Anin yang enggak kalah sama Superman atau Superheroes siapapun.

Ini udah hampir dua puluh tiga tahun kita jadi Ayah dan Anak, too many things happened ofcourse, tapi kalau ada satu hal yang Ayah bisa banggain, itu adalah fakta bahwa I remember all those happy things we did and shared together, you did a good job as my Ayah, Yah. Thumb(s) up !

I still remember those days, Ayah..

Saat dimana hujan turun, aku akan nunggu Ayah pulang dari kantor, dan habis itu kita main hujan-hujanan berdua, just the two us, this was our tradition, and yes, you’re the first man who was dancing in the rain with me~~

atau,

Saat tempat tertinggi buat aku adalah di atas pundaknya Ayah, saat aku enggak mau jalan dan punggungnya Ayah tempat ternyaman buat aku, saat aku mau main putri-putrian dan Ayah harus jadi kudanya, saat aku belum takut ketinggian dan mau terbang dan bermodalkan dua kakinya Ayah kita main pesawat-pesawatan, kudos to all those physical activities you did when you’re still young and strong (ofc you’re still young and strong, lol).

atau,

Saat Ayah mengenalkanku tentang cerita-cerita sejarah dari jaman Majapahit, dinasti-dinasti kekaisaran di Cina, perwatakan wayang (yang sampai hari ini masih suka bikin aku bingung) or simply dongeng-dongeng pengantar tidur dari majalah Bobo yang enggak pernah absen Ayah bacain buat aku.

atau,

Saat Ayah bela-belain pulang dari Makasar ke Jogja cuma untuk nemenin aku ikut lomba gambar yang kita semua tahu enggak akan aku menangin, hahaha, karena waktu itu Gilang masih bayi dan Mama enggak bisa nganter aku, dan sorenya setelah acara selesai, Ayah langsung balik lagi ke Makasar. 

dan little things lainnya yang Ayah ajarkan dan kenalkan ke aku, yang membentuk aku, dari anak kecil berambut ikal yang cadel jadi perempuan dewasa (yang sadly tetep cadel). Untuk itu semua, aku mau bilang, terimakasih.

Terimakasih karena,

Ayah selalu berusaha ada di dalam kehidupanku. Meski perkerjaan Ayah sebagai Tentara, bikin kita sering pisah, for days, months even years. 

karena,

Ayah selalu kembali dengan utuh dan selamat dari setiap tugas-tugas yang Ayah kerjakan.

karena,

Ayah membuat aku bisa merasakan coklat dari hampir seluruh belahan dunia dan terimakasih juga karena tradisi oleh-oleh coklat ini belum berubah dari semenjak aku bisa tahu enaknya coklat sampai sekarang selain coklat aku minta oleh-oleh yang lain juga.

karena,

Ayah berkerja keras supaya aku dan Gilang bisa menjalani kehidupan yang nyaman dan cukup.

karena,

Ayah enggak pernah ngelarang atau ceramahin aku tentang Korea-koreaan (kaya Mama) tapi selalu tepat waktu jemput aku setiap aku selesai nonton Konser.

karena,

Ayah mengantarkanku sampai aku jadi sarjana.

karena,

Ayah jadi Ayahku.

Yup. Aku enggak bisa bayangin kalau orang lain jadi Ayah, sengefans itu aku sama Ayah, hehe, buat aku Ayah nomer satu (bukan, bukan Siwon), and will always be. Orang selalu bilang aku fotokopi bolak-baliknya Ayah, dan aku masih inget dulu, aku bakal nangis dan ngambek setiap ada yang bilang gitu ke aku, hahaha, tapi sekarang enggak lagi kok, aku bangga kalau dibilang mirip Ayah.

I need to find someone like you to be my future husband, Yah. Hahahaha. Jadi, karena masih belum ketemu yang kaya Ayah, sabar dulu ya, haha, nanti sedih lho, kalau aku nikah terus akunya enggak dirumah lagi, hehehehehehe…..

Sekarang, semenjak aku lebih besar, kita jadi lebih sering ngelewatin momen-momen awkward terutama saat kita cuma berdua doang, mungkin karena memang kita tipe orang yang sama-sama pendiam, atau mungkin karena itu memang fase yang harus dilalui. 

But well we know, we love each other so much, right ?

.
.

Kurang lebih empat jam lagi, umur Ayah tambah satu, dan doaku untuk Ayah juga cuma satu. Aku mau, dan aku harap, Ayah selalu sehat. Itu cukup buat aku. Karena sehat akan bikin Ayah bahagia. Karena sehat akan bikin Ayah bisa selalu beraktivitas. Karena sehat akan bikin Ayah tetap ada disini, sama aku, Mama dan Gilang.

.
.

Selamat Ulang Tahun Yah!



Ayah’s daughter — xoxo



ps: you won’t read this, but I love you Ayah!
ps: let’s go to China together someday 

No comments:

Post a Comment